Minggu, 13 September 2015

Pemandu Tambahan untuk Bahan Ujian Mid Semester Bahasa Indonesia Kelas VI



Pemandu

Kegiatan

Koran atau majalah memiliki kolom/rubrik/ruang tetap yang biasanya berisi pendapat pembaca atau informasi penting lainnya.

Jadi isi rubrik merupakan pokok pembicaraan yang disampaikan dalam suatu rubrik atau artikel.
Rubrik atau kolom adalah kepala karangan atau ruangan tetap pada surat kabar atau majalah.
Kolom khusus adalah kolom yang berisi hal-hal yang khusus dalam surat kabar

Setiap surat kabar atau majalah mempunyai kolom yang berbeda-beda, contohnya; kolom olahraga (yang isinya seputar kegiatan oleh raga, baik renang, bulu tangkis, sepakbola dan lain-lain), kolom bisnis (yang isinya seputar laporan keuangan, harga barang/produk, dan lain-lain.), kolom hiburan (biasanya isianya seputar kehidupan artis, pakaian (fashion) dan lain-lain), kolom politik (biasanya isinya seputar kegiatan partai politik, pemilihan kepala daerah atau presiden dan lain-lain.)
Tanggapan adalah sikap terhadap sesuatu yang terjadi. Tanggapan itu disebut juga ide atau pendapat.

Cara menanggapi informasi dalam kolom khusus atau rubrik:
1.      Tanggapan harus sesuai dengan masalah.
2.      Disampaikan secara jelas.
3.      Alasannya masuk akal dan tepat.
4.      Bahasanya santun.
Istilah-istilah rubric dalam surat kabar:
Tajuk rencana adalah artikel pokok dalam surat kabar yang merupakan pandangan redaksi terhadap peristiwa yang sedang menjadi pembicaraan pada saat surat kabar itu diterbitkan. Dalam tajuk rencana biasanya diungkapkan adanya informasi atau masalah aktual, penegasan pentingnya masalah, opini redaksi tentang masalah tersebut, kritik dan saran atas permasalahan, dan harapan redaksi akan peran serta pembaca.
Opini (Inggris: Opinion) adalah pendapat, ide atau pikiran untuk menjelaskan kecenderungan atau preferensi tertentu terhadap perspektif dan ideologi akan tetapi bersifat tidak objektif karena belum mendapatkan pemastian atau pengujian, dapat pula merupakan sebuah pernyataan tentang sesuatu yang berlaku pada masa depan dan kebenaran atau kesalahannya serta tidak dapat langsung ditentukan misalnya menurut pembuktian melalui induksi. Opini bukanlah merupakan sebuah fakta, akan tetapi jika di kemudian hari dapat dibuktikan atau diverifikasi, maka opini akan berubah menjadi sebuah kenyataan atau fakta.
Artikel adalah karangan faktual secara lengkap dengan panjang tertentu yang dibuat untuk dipublikasikan (melalui koran, majalah, buletin, dsb) dan bertujuan menyampaikan gagasan dan fakta yang dapat meyakinkan, mendidik, dan menghibur.


Pemandu
Teori singkat :
Menyusun Percakapan
Percakapan adalah pembicaraan antara dua orang atau lebih mengenai suatu hal. Percakapan mempunyai banyak tujuan. Ada orang bercakap-cakap untuk urusan bisnis, sekolah, bermain, dan hiburan. Percakapan itu dapat kamu lakukan saat belajar di sekolah, bermain, saat nonton televisi bersama keluarga, saat wawancara, atau saat bermain drama.

Saat menyusun percakapan, kamu harus menentukan masalahnya terlebih dahulu. Kemudian menentukan pihak-pihak yang melakukan percakapan.

Dalam penyusunan percakapan, kamu harus menentukan susunan kalimat serta pilihan kata yang sesuai. Selain hal-hal di atas, yang harus kamu perhatikan adalah penggunaan ejaan.

Langkah-langkah menyusun percakapan:
a.       Menentukan masalah yang akan dipercakapkan
b.      Menentukan pihak-pihak atau tokoh yang akan bercakap-cakap
c.       Menentukan susunan kalimatnya
d.      Menggunakan kata yang sesuai

Ciri-ciri bahasa percakapan:
1.      Kalimatnya pendek-pendek
2.      Banyak menggunakan kata-kata tidak resmi atau nonformal
3.      Banyak menggunakan kata-kata seru, seperti; wah, aduh, asyik, hai, kok, loh, nak, ah, dll

Ejaan yang perlu diperhatikan pada saat menyusun percakapan:
-          Judul ditulis dengan huruf capital semua atau hanya huruf pertama saja, kecuali kata depan, kata hubung, kata sambung dll.
-          Nama penulis (karaya siapa) di bawah judul
-          Penulisan nama tokoh diawali huruf capital
-          Terdapat tanda titik dua setelah nama tokoh
-          Huruf kapital di awal kalimat

Penggunaan Tanda Titik Dua (:)

Fungsi Titik Dua:

1.      Dipakai pada akhir suatu pernyataan yang diikuti rangkaian atau penjelasan.
Contoh: Kita memerlukan perabot rumah tangga: kursi, meja, dan lemari

2.      Di pakai sesudah kata atau ungkapan yang memerlukan penjelasan.
Contoh:
Nama                           : Andina Putri
Tempat tgl Lahir         : Pekanbaru, 17 Agustus 1996
Alamat                                    : Jalan Mangga No. 25 Malang

3.      Dipakai dalam teks sesudah kata yang menunjukkan pelaku dalam percakapan.
Contoh:
Ibu       : Mir, tolong bawakan koper itu!
Amir    : Iya, Bu.

4.      Di pakai atau digunakan di antara jilid/nomor/halaman/bab dan ayat pada kitab suci.
Contoh:
Yohanes 3:16

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar